Tuesday, November 25, 2014

Unexpected Vacation

Beberapa hari yang lalu saya mendapat panggilan telpon tengah malam. Nama yang muncul pada layar ponsel pun nama seorang yang tidak saya sangka akan melakukan panggilan tengah malam. Ya, beliau adalah Om saya.

Pada saat itu yang terpikir dalam pikiran saya adalah sebuah musibah yabg segera harus dikabarkan kepada seluruh keluarga. Namun sekali lagi saya berpikir, nenek saya pun sekarang sedang tidur nyenyak d kamar sebelah setelah beberapa hari yang lalu saya jemput untuk berobat di Jogja.
Segera saya bergegas menjawab panggilan tersebut. Kalimat pertama yang dikatakan beliau adalah sebuah pertanyaan

"Belum tidur kan?"

Seketika itu juga kecurigaan saya akan adanya musibah semakin kuat. Jangan-jangan ada anggota keluarga di Bandung atau Jakarta yang sedang terkena musibah.

Memang beberapa waktu yang lalu, Pakdhe yang tinggal di Jakarta berangkat ibadah haji. Beliau berangkat seorang diri karena istrinya menganut keyakinan yang berbeda. Saya langsung berpikir bahwa beliau mengalami kesulitan di tanah suci.

Saya jawab pertanyaan itu dengan sedikit cemas.

"Belum Om, ini baru saja pulang. Masih santai-santai. Ada apa Om?"

Pertanyaan saja dijawab dengan pertanyaan lain lagi.

"Besok senin sampai kamis ada waktu untuk pergi keluar kota?"

Nah, benar adanya, pikir saya begitu. Memang benar ada anggota keluarga di sana yang sedang kesulitan. Dan tanpa pikir panjang lagi segera saya sanggupi pertanyaan itu meakipun pekerjaan sedang menumpuk dan dikejar deadline.

Setelah saya sanggupi beliau barumenyatakan tujuannya.

"Kalau begitu saya ditemani untuk naik kereta ke Bali. Sabtu saya sampai Jogja, senin pagi kita berangkat."

Nah, rupanya semua kecurigaan saya akhirnya terbantahkan semua. Memang saya memiliki saudara di Bali, namun saya yakin kalau mereka baik-baik saja.

Saya kemudian sedikit menyesal menyanggupi sebelumnya. Namun ini juga merupakan tawaran yang tidak pernah bisa saya tolak, sesibuk apapun saya saat ini.

Saya sangat senang pergi berlibur. Vacation kalau orang menyebutnya. Ini adalah kegemaran saya, melebihi kegemaran saya akan pekerjaan saya sendiri.

Saya sempatkan menanyakan keperluannya pergi ke Bali.

"Engga, cuma pengen jalan-jalan aja naik kereta, sambil nengokin kolam udang di sana. Om gak berani naik kereta ekonomi sendiri, udah tua dan gak tau medan."

Ini dia perjalanan yang saya nanti-nantikan. Sudah sekian lama saya tidak mengunjungi pulau dewata.

Segera saya kabarkan ke beberapa kolega untuk menunda pekerjaan. Untungnya mereka memahami saya dan segera menyetujui permohonan saya.

Baiklah, segera minggu depan saya berangkat.

No comments:

Post a Comment